Laman

Jumat, 13 April 2012

Jajal Usaha Penitipan Motor, Modal Kecil Untung Lumayan


Usaha penitipan motor merupakan sebuah usaha yang tidak memerlukan modal besar, melainkan ketelitian dan tanggung jawab, untung yang dapat di raih juga lumayan.
Apakah anda memiliki lahan yang cukup luas di halaman rumah atau di pinggir jalan raya? daripada lahan tersebut kosong molompong, mengapa tidak di berdayakan untuk menambah penghasilan keluarga? Caranya? dengan membuka usaha PENITIPAN MOTOR.
Beberapa pebisnis telah sukses mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha penitipan motor, padahal usaha ini tidak memerlukan modal besar. Pada awalnya, ada yang cuma sekedar iseng dimana aktivitas “menjaga motor orang” hanya sebagai usaha sampingan, ternyata sekarang ada yang mampu menggaji 6 orang pegawai dengan gaji harian berkisar
30.000 – 40.000. Bahkan, ada yang telah fokus pada usaha tersebut sebagai sumber utama incomenya.
Untuk memulai usaha inipun tidaklah begitu rumit jika dibandingkan dengan memulai usaha lainnya. Yang diperlukan hanyalah lahan yang cukup luas yang mampu menampung puluhan motor sebagai tempat parkirnya.
Tugas utamanya ada pada pegawai yang ditugaskan menjaga motor. Mereka harus waspada agar motor-motor yang di parkir tidak hilang. Mungkin sebagai modal usaha ini adalah penerangan di sekitar area parkir dan televisi yang disediakan untuk para penjaga motor.
Para pemakai jasa penitipan motor ini biasanya adalah para pegawai yang rumahnya agak jauh dari lokasi terminal bis, atau mereka dari luar kota. Untuk mempermudah transportasi, mereka akan membawa sepeda motornya ke lokasi penitipan motor, dan melanjutkan perjalanan mereka menggunakan bis atau kereta ke tempat kerja mereka.
Dengan biaya jasa Rp 2.000 atau Rp 3.000 setiap motor yang dititipkan, para pebisnis penitipan motor ini dapat meraup untung Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per harinya. Dengan tarif sekitar Rp 2.000, para pemakai jasa dapat menitipkan motor mereka dari sejak jam 6 pagi sampai jam 22 malam, dengan denda Rp 1.000 jika melanggar batas waktu yang telah di tentukan.
Bahkan, usaha penitipan motor inipun dapat menerima penitipan inap, dengan tarif Rp 3.000 atau Rp 4.000 setiap unit motornya. Selain usaha penitipan motor ini sebagai layanan utama, ternyata masih ada peluang dari banyaknya motor yang diparkir, yakni dengan menjual jasa “cuci motor” dengan biaya Rp 5.000 untuk sekali cuci.  Dari puluhan atau ratusan motor yang dititipkan, pasti ada yang ingin motornya tampak kinclong saat di bawa pulang.
Dengan membuka layanan tambahan berupa cuci motor, ternyata terbuka peluang usaha lainnya, yakni berupa berjualan kopi, teh, extrajoss susu dan minuman serta makanan lainnya seperti Indomie telor, roti panggang atau bubur ayam. Karena para pemilik motor yang sedang menunggu motornya dicuci, tentu memilih menunggu dengan ditemani secangkir kopi hangat atau makanan lainnya.
Selain jenis usaha tambahan diatas, juga terbuka peluang usaha lain, yakni penjualan bensin eceran. Para pemakai sepeda motor, tentu ingin agar persediaan bensin pada tangki motor mereka dalam keadaan cukup dan tidak kehgabisan bensi di perjalanan. Untung per liter bensin berkisar sekitar Rp 1.000 – Rp 1.500. Kalau sehari bisa menjual bensin sekitar 200 liter, tentu untungnya juga lumayan.
Dengan modal yang sedikit, tentu saja usaha penitipan motor ini termasuk jenis usaha yang cukup menggiurkan, karena untuk mendapatkan hasil besar, pelaku usaha ini hanya perlu duduk santai, dan selanjutnya, para pelanggan yang mendatangi mereka untuk menitipkan motornya.
Saat ini, banyak usaha yang prospeknya bagus dan untungnya besar, tapi memiliki resiko yang besar pula. Tampaknya, dalil tersebut tidak berlaku untuk bisnis penitipan motor ini.
Menurut para pelaku bisnis penitipan motor ini, selama ini mereka jarang mengalami kerugian. Adapun kerugian yang terjadi berupa kerusakan sepeda motor saat dititipkan. Tetapi, dana penggantian kerugian itupun tidak sebesar keuntungan yang mereka dapatkan dari bisnis tersebut.
Demi kepercayaan para pelanggannya, para pelaku bisnis penitipan motor ini menjamin akan mengganti 100% jika motor yang dititipkan hilang. Karena bisnis ini dilakukan atas dasar kepercayaan, karena banyak dari para pemakai jasa ini yang tidak lagi memerlukan bukti penitipan motor mereka karena telah merasa aman dan percaya bahwa sepeda motorrnya akan dijaga dengan baik.
Selain harus dijaga dari pencurian, para penjaga motor harus selalu diingatkan untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran, jauhkan anak-anak yang bermain korek api, karena walau bagaimanapun, setiap motor memiliki bensin pada setiap tangkinya.
Sumber referensi: Tabloid Bisnis Uang

JASA PENITIPAN MOTOR & MOBIL

Monday, January 26, 2009

Seorang gadis hendak buru-buru pergi ke kantor dan berteriak, “Pak Agus, motor saya titip ya, tolong taruh di tempat yang dingin supaya jangan kena sinar matahari.” Kemudian Pak Agus membawa motor tersebut ke tempat yang teduh. Biasanya Pak Agus memberikan sebuah nomor penitipan motor kepada pemiliknya sebagai bukti motor telah dititipkan. Akan tetapi, karena gadis itu sudah kenal Pak Agus, maka nomor penitipan motor tak perlu diambil.

Penitipan motor dan mobil di berbagai tempat seperti itu layak dibuat usaha. Berbagai pihak ingin tahu bagaimana membuat usaha ini. Apakah resiko yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya.

Usaha penitipan motor dan mobil adalah sebuah usaha di mana pemilik motor atau mobil memarkir kendaraannya beberapa waktu. Pemilik kendaraan tersebut akan membayar sebelum atau setelah motor atau mobil diambil. Lamanya mobil atau motor diparkir atau dititipkan tak mempunyai aturan, asalkan tidak bermalam dan paling lama diambil sebelum pukul 22.00.

Usaha seperti ini belakangan sangat dibutuhkan karena tak adanya transportasi dan tempat tinggal sampai ke tempat bekerja. Pada sisi lain, penggunaan kendaraan sendiri ke kantor memakan waktu lama, biaya sangat besar, dan kelelahan di perjalanan.

Akibatnya, beberapa pihak menggunakan kendaraan sampai di tempat penitipan motor atau mobil, kemudian naik kendaraan umum atau omprengan ke tempat kerja.Tindakan tersebut sering dilakukan orang untuk mengatasi persoalan sewa atau kos di dekat kantor yang relatif mahal. Sedangkan sewa rumah di daerah pinggiran biasanya lebih murah. Di samping juga disebabkan perkembangan kota yang semakin cepat, tempat tinggal semakin jauh dari daerah perkantoran, serta buruknya sistem transportasi atau bahkan tak tersedia.

Di negara-negara maju, usaha penitipan motor dan mobil tidak ada karena pemerintah menyediakan tempat parkir, dan pemilik memasukkan uang koin ke dalam mesin menghitung waktu untuk biayanya. Tempat parkir penitipan seperti ini sering dijumpai di dekat stasiun kereta api atau terminal bus. Umumnya mereka suka tinggal di daerah pinggiran yang berhawa sejuk dan ke kantor dengan kereta api atau bus.

Sedangkan di sini, usaha penitipan motor dapat ditemukan di daerah stasiun kereta api Bekasi, Cikarang, Cibitung, dan sebagainya. Selain itu juga di dekat pemberhentian bus seperti pintu tol Pondok Gede, Bekasi Barat, dan Bekasi Timur. Umumnya usaha penitipan ini prospeknya bagus karena terdapat di kawasan yang dekat dengan stasiun kereta api dan terminal bus. Sedangkan untuk kawasan lain perlu perhatian khusus dan penjajakan mendalam agar menguntungkan.

Usaha ini hanya memerlukan manajemen sederhana, yaitu penyusunan motor dan mobil agar rapi, kendaraan mudah masuk dan keluar sehingga tidak merepotkan pengusaha maupun pemilik motor dan mobil. Ini harus disertai administrasi yang baik, yakni memberi penomoran motor atau mobil agar tidak terjadi kesalahan atau pemalsuan nomor sehingga kendaraan tidak hilang.

Resiko yang dihadapi pengusaha dalam menjalankan usaha penitipan motor dan mobil adalah adanya pihak yang memalsukan nomor penitipan sehingga kendaraan bisa diambil pihak lain. Pengusaha dapat mengatasi resiko ini, antara lain, dengan cara STNK dan kunci kendaraan tetap dipegang oleh pemilik, namun motor atau mobil dalam kondisi mudah dipindahkan.Resiko lain yang dihadapi pengusaha adalah kebakaran yang membuat motor dan mobil bisa hangus karena kendaraan berisi bensin yang mudah terbakar api.

Bila pengusaha berlaku jujur salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengasuransikan kendaraan dan tempat usaha kepada perusahaan asuransi. Dengan demikian, resiko tersebut ditanggung perusahaan asuransi.Bila perusahaan asuransi melihat adanya keuntungan pada bisnis tersebut, mereka akan menanggung seluruh kerugiannya. Pengusaha juga dapat meminta pemilik motor dan mobil melakukan asuransi atas kerja sama pengusaha dengan perusahaan asuransi sehingga biaya dapat lebih kecil.

Resiko lain yang mungkin timbul adalah motor belum diambil berhari-hari, padahal pembayaran penitipan sewa hanya sehari. Kondisi ini harus diantisipasi karena bisa merepotkan pengusaha.Biaya yang dikeluarkan pengusaha untuk menjalankan usaha adalah untuk pegawai yang bertugas menjaga, mengurusi kendaraan serta tempat usaha, dan sedikit administrasi nomor penitipan motor atau mobil.

Biaya yang dikeluarkan untuk pegawai yang bekerja pada usaha ini sekitar Rp 750.000 sampai Rp 1,5 juta per bulan, ditambah uang makan sekitar Rp 10.000 per hari kerja.Pengusaha harus menggunakan minimum dua pegawai. Bila pengusaha tidak ikut terjun langsung, maka diperlukan minimum tiga pegawai dan satu orang sebagai supervisor dengan gaji sedikit lebih tinggi daripada pekerja yang merapikan kendaraan.

Biaya untuk penomoran kendaraan tidak begitu besar, paling tinggi sekitar Rp 2 juta per tahun. Sedangkan biaya tempat usaha tergantung dari luas tanah yang disewa dan perkiraan motor atau mobil yang akan dititipkan.
Semakin luas tanah yang disewa, maka biayanya semakin besar.
Sewa tanah sekitar Rp 10 juta per tahun dengan luas sekitar 300 meter persegi.
Biaya ini dapat semakin tinggi, tergantung dan kestra-tegisan lokasi tanah yang disewa.

Pengusaha juga perlu membuat atap panjang untuk motor supaya tidak kena hujan dan terik matahari. Biaya ini tergantung dari permanen atau tidaknya atap, yang bisa berbahan baku kayu atau besi. Jika pengusaha juga menye-diakan rantai yang dikunci dengan tiang-tiang agar keamanan motor terjamin –kunci dipegang oleh pemilik motor– maka biaya pun bertambah.

Perkiraan biaya untuk atap saja sekitar Rp 15 juta.
Pengusaha dapat menarik biaya penitipan sebesar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per hari.
Perkiraan motor yang dapat dijaga minimum 75 unit barulah pengusaha bisa balik modal.

Pengusaha juga membuat tarif tambahan bila jam titipan bertambah.
Misalnya, pengusaha menetapkan waktu kerja mulai pukul 06.00 sampai pukul 20.00, maka sewa setelah jam tersebut bertambah sebesar Rp 500 per jam. Semua angka tersebut tergantung dari situasi yang dilihat pengusaha.

Antisipasi terhadap resiko sangat penting. Oleh karena itulah interaksi dengan penduduk setempat perlu dilakukan agar tidak menjadi persoalan. Pengusaha jangan sungkan mengeluarkan biaya interaksi agar tidak merepotkan di kemudian hari.

Bisnis Penitipan Sepeda: Bisnis Mudah dan Menguntungkan


Saat ini jumlah sepeda motor khususnya di kota-kota besar setiap harinya bertambah semakin banyak, bisa dibilang lebih banyak kendarannya dari pada luas jalan yang disediakan. Ini bisa menjadi masalah bagi Dinas terkait sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk bisa mengendalikan jumlah kendaraan agar seimbang dengan luas jalan yang digunakan.

Tapi ini tidak bagi anda yang pandai melihat hal ini sebagai peluang usaha. Jika anda mempunyai lahan yang cukup disekitar tempat-tempat keramaian misalnya pasar, stasiun, pusat-pusat perbelanjaan, terminal dan tempat-tempat keramaian lainnya, ini akan menjadi peluang besar bagi anda. Yah, anda bisa mengelolah lahan anda sebagai lahan penitipan sepeda motor.
Jika ditempat keramaian bisa dibayangkan berapa banyak orang yang datang ditempat keramaian itu yang hampir semuanya banyak yang membawa kendaraan terutama sepeda dan sepeda motor, misalnya saja di pasar. Dengan banyaknya kendaraan yang dibawa bisa di bayangkan butuh berapa banyak lahan untuk memarkirkannya. Sehingga tak jarang badan jalan juga digunakan untuk parkir hingga semakin memperparah kemacetan.
Berbisnis lahan parkir memang cukup menguntungkan, hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang datang pada tempat keramaian-keramaian itu. Misalnya dalam sehari jika ongkos parkir per-motor adalah Rp.1000,- dan rata-rata penitipan sepeda 300/hari, maka penghasilan kotor perhari adalah Rp 300.000,- atau lebih. Belum lagi untuk sepeda motor yang menginap di tempat penitipan dengan perhitungan perharinya Rp 2.000/sepeda motor. Disamping itu pemilik juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari dagangan yang disediakan seperti bensin atau olie.
Paling tidak peluang bisnis ini cukup mudah, dengan tidak mempunyai keahlian khusus anda bisa melaksanakannya. Selain itu dalam berbisnis jasa penitipan ini tidak banyak membutuhkan pengeluaran ekstra karena dalam bisnis jasa ini nyaris tidak membutuhkan bahan baku untuk memulainya. Yang diperlukan adalah mengantongi ijin usaha dari Dinas Pasar dan Dishub setempat dan menjamin keamanan penitip dengan sistem kartu bernomor untuk dapat menjalankan bisnis ini.
Selain itu adalah merekrut karyawan penjaga yang jujur sehingga bisa dipercaya untuk membantu anda dalam berbisnis ini. Anda bisa merekrutnya dengan mengandalkan keluarga. Jadi jika anda berminat, tak usah ambil pusing untuk memulai bisnis yang cukup prospektif ini.

ANALISA USAHA BUDIDAYA PATIN


ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis usaha ikan patin pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat adalah sebagai berikut:
    1. Biaya produksi
      1. Kolam pemijahan 2 x 2 m Rp. 200.000,-
      2. Bibit /benih
        • 2 ekor induk @ Rp. 150.000,- Rp. 300.000,-
        • Ikan donor 5 Kg @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-
      3. Pakan/makanan (Artemia Salina) Rp. 80.000,-
      4. Obat
        • Alat suntik 0,5 cc (2 buah) @ Rp. 4000,- Rp. 8.000,-
        • Pregnil Rp. 50.000,-
      5. Alat
        • Bangunan dan sumur Rp. 2.000.000,-
        • Genzet Rp. 2.500.000,-
        • Aerator Rp. 500.000,-
        • Selang aquarium 50 m @ Rp 1000,- Rp. 50.000,-
        • Kompor (4 unit) @ Rp. 25.000,- Rp. 100.000,-
        • 100 unit aquarium: 40×80 cm @ Rp 35.000,- Rp. 3.500.000,-
      6. Tenaga kerja
        • Tenaga kerja tetap 14 hari, 2 orang @ Rp.20.000,- Rp. 560.000,-
      7. Biaya tak terduga 10% Rp. 989.800,-
        Jumlah biaya produksi Rp. 10.887.800,-
    2. Biaya investasi rata-rata/aquarium Rp. 98.000,-
    3. Presentase output terhadap investasi/aquarium 3,15 %
    4. Analisis usaha untuk menutup investasi
      1. Periode 1: 2 Minggu pertama Benih @ Aquarium:100 ekor=100x100xRp.125,- Rp. 1.250.000,-
      2. Periode II : Pengeluaran Tetap/2 mingguan Rp. 480.000,-
Dari perhitungan di atas pada periode ke 14 atau sekitar 7 bulan, telah dapat menutup investasi, Pada Produksi ke 15 ke atas sudah dapat memetik keuntungan
  1. Gambaran Peluang Agribisnis
    Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan patin dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan patin mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan patin boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

Laba Menggiurkan Dari Lele


Lele adalah salah satu ikan konsumsi favorit bagi bangsa indonesia. Kita akan dengan mudah menemukan ikan ini di pasar tradisional maupun pasar-pasar modern. Hasil olahan lele dengan mudah kita jumpai di warung-warung makan di pinggir jalan bahkan di pusat perbelanjaan. Permintaan akan lele hampir tidak terbatas jumlahnya. Ada tiga jenis segmentasi usaha yang berhubungan dengan lele, yaitu :
1.       Pembenihan lele
2.      Pembesaran lele
3.      Pengolahan lele
Kali ini kita akan membahas tentang prospek usaha pembesaran lele sebagai salah satu penambah referensi usaha anda.

PERSIAPAN
Dalam melakukan usaha pembesaran lele ini hal yang patut diperhatikan adalah lokasi usaha. Berbagai aspek yang patut anda perhatikan adalah :
1.       Aspek ekonomi : lokasi usaha anda harus mudah dijangkau oleh konsumen. Maksudnya lokasi anda harus dekat dengan pasar untuk menjual hasil produksi serta kemudahan akses transportasi dalam mengirim barang.
2.      Aspek sosial : sebaiknya memilih  lokasi usaha yang memiliki kedekatan dengan usaha anda. Anda dapat memilih lokasi usaha di mana penduduk sekitar memiliki bidang usaha mirip dengan anda. Anda harus dapat menjalin komunikasi yang baik dengan penduduk sekitar kalau perlu merekrut tenaga kerja penduduk lokal. Jika ada hubungan timbal balik yang baik antara usaha anda dengan penduduk maka keamanan usaha anda akan terjamin dari gangguan yang mungkin terjadi.
3.      Aspek teknis : anda dapat memilih lokasi yang terjamin pasokan airnya sepanjang tahun. Hal ini sangat penting untuk menjamin keberlangsungan usaha anda. Jika perlu berkonsultasilah dengan tenaga teknis yang berkompeten di bidangnya untuk mengontrol usaha ini jika anda masih awam dalam bidang ini.
Anda perlu memperhatikan kualitas air dan tanah ( jika menggunakan kolam tanah ). Lele tidak memerlukan terlalu tinggi kadar oksigen terlarut untuk hidup sehingga tidak membutuhkan kolam berarus deras. Lele memiliki alat pernapasan tambahan berupa labirinth hingga lele bisa mengambil oksigen dari udara bebas. Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit lele untuk usaha anda.

Pemilihan Bibit
Jenis lele yang cocok untuk pembesaran adalah lele dumbo. Lele ini merupakan hasil persilangan antara lele taiwan dan lele Afrika. Lele dumbo merupakan salah satu jenis yang memiliki pertumbuhan cepat. Ada anggapan bahwa lele dumbo kurang enak untuk dimakan tetapi hal ini dapat disiasati dengan menjual lele yang berukuran tidak terlalu besar hingga tidak ada perbedaan antara lele lokal dan lele dumbo. Benih yang akan dipelihara dipilih yang berukuran 7-9 cm. Sebaiknya memilih bibit yang ukurannya seragam agar tidak terjadi ketimpangan dalam kompetisi berebut pakan. Harga benih lele seukuran ini berkisar antara 100-125 rupiah tergantung lokasi, cuaca, dan kuantitas.

Persiapan Kolam
Pemilihan kolam merupakan salah satu aspek penting bisnis ini. Ada berbagai pilihan yang dapat anda pertimbangkan untuk membangun kolam lele. Pilihan kolam harus sesuai dengan modal dan tujuan anda untuk berbisnis. Jika anda ingin usaha ini sebagai usaha sampingan di rumah. Jika anda ingin membudidayakan lele dengan volume tinggi kolam tanah salah satu alternatif. Jika anda ingin usaha ini permanen dan mempunyai modal besar maka kolam beton dapat anda pertimbangkan. Karena terbatasnya space maka kita akan bahas tentang kolam terpal.
Kolam terpal                                                                                                 
Kolam ini sangat mudah dibuat dan minim modal. Kolam terpal juga sangat fleksibel sehingga mudah dibongkar pasang dan disesuaikan ukurannya. Kolam terpal dibuat dari rangkaian batang bambu yang dibentuk persegi menyerupai kolam. Rangka bambu tadi kemudian diselimuti oleh terpal yang berguna sebagai penahan air. Setelah itu kolam terpal dibuatkan saluran air untuk keluar masuk air yang terbuat dari pipa paralon. Setelah itu cuci kolam dengan air bersih kemudian jemur hingga kering. Masukkan air dengan ketinggian 60-80 cm diamkan 2-3 hari. Setelah tiga hari benih lele dapat ditebarkan ke dalam kolam. Penggantian air dapat dilakukan 2-3 kali seminggu. Jumlah bibit yang ditebarkan harus disesuaikan dengan ukuran kolam. Idealnya 100-200 ekor/m2  jika luas kolam yang anda buat seluas 100 m2 maka benih yang ditebar sejumlah 10.000-20.000 ekor.

Pemberian pakan
Pakan utama untuk lele untuk pembesaran adalah pelet. Pelet khusus lele biasanya dibuat khusus sesuai kebutuhan lele sehingga kita tidak perlu khawatir akan kandungan nutrisinya. Harga pasaran pelet lele per kg adalah Rp.6000,00 . Jika kita menebar benih sebanyak 1000 ekor maka jumlah pakan yang dibutuhkan di setiap periode pembesaran sebanyak 100 kg. Pakan ini diberikan setiap hari sejumlah 1 kg dengan ditebar ke kolam lele. Untuk mengurangi biaya pakan serta mempercepat pertumbuhan dapat ditambahkan pakan tambahan berupa dedak halus, keong mas, ampas rumah tangga maupun ikan rucah.

Pemanenan
Lele dapat dipanen setelah 3- 3,5 bulan. Lele yang dihasilkan adalah lele ukuran 8-10 ekor/kg yang sangat digemari masyarakat. Volume panen yang kita dapatkan jika menggunakan lahan 100 m2  dengan kepadatan tebar 20.000 ekor berkisar 2 ton  lele segar siap panen.

Analisis Usaha
Dengan asumsi penggunaan kolam terpal, luas kolam 100 m2 , lahan milik sendiri, serta jumlah tebar bibit 20.000 ekor maka laba yang dapat dihasilkan adalah :
Biaya total : Benih lele x 20.000 x 125 =             Rp 2.500.000
Pakan x 2000 kg x 6000  =             Rp 12.000.000
Pembuatan kolam              =             Rp 500.000
Total                                                   Rp 15.000.000
Penerimaan : 2000 kg x 10.000              =            Rp.20.000.000
Laba             : 20.000.0000 – 15.000.000                          Rp 5.000.000

Sesuai analisis di atas maka usaha pembesaran lele layak untuk anda kembangkan sebagai usaha untuk peningkatan taraf hidup. Kemudahan pemasaran dari lele serta pasar yang tak terbatas dapat anda pertimbangkan sebagai alasan memilih bisnis ini.Namun semua ini percuma jika anda tidak memiliki modal usaha. Kami memberikan sedikit solusi bagi anda untuk memperoleh modal untuk menjalankan usaha ini.